
SEJARAH
ILMU KEDOKTERAN
SEJAK DAHULU manusia telah mengupayakan berbagai cara untuk menyembuhkan penyakit. Manusia purba percaya bahwa penyakit adalah kutukan dewa. Mereka juga percaya dukun dan tukang sihir bias menyembuhkan penyakit. Di Yunani Kuno, orang sakit pergi ke kuil dan mengubarkan hewan bagiAsklepios, dewa penyembuh. Mereka juga minum obat dan minum ramuan, lalu menjalani diet ketat agar sembuh. Pada abad ke-5 SM, Hippokrates (tabib Yunani) menyatakan bahwa penyebab sekaligus penawar penyakit adalah alam, bukan sihir. Ia kemudian dikenal sebagai “bapak keokteran”. Bersam pengikutnya, ia menulis banyak buku kedokteran. Gairah penelitian pada masa Renaisans (gerakan budaya abad ke-14 di Eropa) memacu banyak eksperimen, yang membangun dasar ilmiah yang kukuh bagi ilmu kedokteran Eropa. Gagasan tradisional tentang ilmu kedokteran mulai dipertanyakan. Ilmuan seperti Vesalius (1514-1564) mulai meneliti anatomi mayat untuk lebih mendalami penyakit serta mencari obatnya. Sejak itu, penemuan di bidang kedokteran terus berkembang, dan perang melawan penyakit pun berlanjut.
WILLIAM HARVEY
Pada tahun 1628, dokter William Harvey (1578-1657) dari Inggris menemukan bahwa darah terus-menerus mengalir ke seluruh tubuh. Ia melukiskan bagaimana darah di pompakan oleh jantung ke arteri, lalu kembali kejantung lewat vena. Ia menunjukan bahwa kutub vena mencegah darah mengalir mundur. Semula ia dicemoohkan orang karena menentang gagasan lama, tapi kemudian ia menjadi dokter pribadi Charles I, raja Inggris.
ANTISEPTIK
Sampai akhir abad ke-19, ahli bedah tak membasuh tangan dan alat medisnya terlebih dahulu sebelum mengoperasi pasien. Banyak pasien meninggal karena terinfeksi setelah dioperasi. Josep Lister (1827-1912), ahli bedah Inggris, menduga bahwa penyebab kematian itu adalah infeksi bakteri. Pada tahun 1865, Lister mengembangkan cairan antiseptik yang disebut asam karbol. Semprotan asam karbol ini mampu membunuh bakteri di ruang opoerasi, sehingga angka kematian setelah operasi turun drastis. Semula para dokter percaya bahwa penyakit timbul karena darah terlalu banyak dalam tubuh. Mereka membuang kelebihan darah itu dengan menorah pembuluh darah, atau menempelkan lintah untuk menghisap darah dari bagian tubuh yang sakit.
Sebelum abad ke-19, para perawat (selain bidan) pada umumnya tidak terlatih. Pasien biasanya dirawat di rumah oleh kerabat wanitanya. Florence Nightingale (1820-1910) membuka sekolah perawat pertama di
PELOPOR KEDOKTERAN
Kedokteran dikembangkan selama berabad-abad oleh banyak orang. Vesalius (1514-1564) dari Belgia membuat gambar anatomi secara akurat; Anton van Leeuwenhoek (1632-1723) dari Belanda menemukan mikroba (bakteri); dan Edward Jenner (1749-1823) dari Inggris menemukan vaksinasi, pencegah penyakit tertentu lewat suntikan.Louis Pasteur (1822-1895) dari Perancis membuktikan bahwa penyebab penyakit adalah bakteri. Ia menemukan pasteurisasi (pemanasan susu dan bir untuk membunuh bakteri). Sigmund Freud dari

Tidak ada komentar:
Posting Komentar