Kamis, 19 Februari 2009



SEJARAH

ILMU KEDOKTERAN

SEJAK DAHULU manusia telah mengupayakan berbagai cara untuk menyembuhkan penyakit. Manusia purba percaya bahwa penyakit adalah kutukan dewa. Mereka juga percaya dukun dan tukang sihir bias menyembuhkan penyakit. Di Yunani Kuno, orang sakit pergi ke kuil dan mengubarkan hewan bagiAsklepios, dewa penyembuh. Mereka juga minum obat dan minum ramuan, lalu menjalani diet ketat agar sembuh. Pada abad ke-5 SM, Hippokrates (tabib Yunani) menyatakan bahwa penyebab sekaligus penawar penyakit adalah alam, bukan sihir. Ia kemudian dikenal sebagai “bapak keokteran”. Bersam pengikutnya, ia menulis banyak buku kedokteran. Gairah penelitian pada masa Renaisans (gerakan budaya abad ke-14 di Eropa) memacu banyak eksperimen, yang membangun dasar ilmiah yang kukuh bagi ilmu kedokteran Eropa. Gagasan tradisional tentang ilmu kedokteran mulai dipertanyakan. Ilmuan seperti Vesalius (1514-1564) mulai meneliti anatomi mayat untuk lebih mendalami penyakit serta mencari obatnya. Sejak itu, penemuan di bidang kedokteran terus berkembang, dan perang melawan penyakit pun berlanjut.

WILLIAM HARVEY

Pada tahun 1628, dokter William Harvey (1578-1657) dari Inggris menemukan bahwa darah terus-menerus mengalir ke seluruh tubuh. Ia melukiskan bagaimana darah di pompakan oleh jantung ke arteri, lalu kembali kejantung lewat vena. Ia menunjukan bahwa kutub vena mencegah darah mengalir mundur. Semula ia dicemoohkan orang karena menentang gagasan lama, tapi kemudian ia menjadi dokter pribadi Charles I, raja Inggris.

ANTISEPTIK

Sampai akhir abad ke-19, ahli bedah tak membasuh tangan dan alat medisnya terlebih dahulu sebelum mengoperasi pasien. Banyak pasien meninggal karena terinfeksi setelah dioperasi. Josep Lister (1827-1912), ahli bedah Inggris, menduga bahwa penyebab kematian itu adalah infeksi bakteri. Pada tahun 1865, Lister mengembangkan cairan antiseptik yang disebut asam karbol. Semprotan asam karbol ini mampu membunuh bakteri di ruang opoerasi, sehingga angka kematian setelah operasi turun drastis. Semula para dokter percaya bahwa penyakit timbul karena darah terlalu banyak dalam tubuh. Mereka membuang kelebihan darah itu dengan menorah pembuluh darah, atau menempelkan lintah untuk menghisap darah dari bagian tubuh yang sakit.

FLORENCE NIGHTINGALE

Sebelum abad ke-19, para perawat (selain bidan) pada umumnya tidak terlatih. Pasien biasanya dirawat di rumah oleh kerabat wanitanya. Florence Nightingale (1820-1910) membuka sekolah perawat pertama di London untuk meningkatakan mutu perawatan. Ia terkenal karena usahanya tak kenal lelah dalam merawat para pejuang yang terluka selama perang Krim (1854). Setiap hari ia berjalan sejauh 6km melewati pembaringan para pejuang sambil membawa lampu. Karena itu ia dikenal sebagai “wanita berlampu”.

PELOPOR KEDOKTERAN

Kedokteran dikembangkan selama berabad-abad oleh banyak orang. Vesalius (1514-1564) dari Belgia membuat gambar anatomi secara akurat; Anton van Leeuwenhoek (1632-1723) dari Belanda menemukan mikroba (bakteri); dan Edward Jenner (1749-1823) dari Inggris menemukan vaksinasi, pencegah penyakit tertentu lewat suntikan.Louis Pasteur (1822-1895) dari Perancis membuktikan bahwa penyebab penyakit adalah bakteri. Ia menemukan pasteurisasi (pemanasan susu dan bir untuk membunuh bakteri). Sigmund Freud dari Australia (1856-1939) tertarik untuk mendalami cara kerja jiwa manusia. Ia merawat para pasien yang mengalami gangguan mental dengan cara mendengarkan mereka berbicara tentang impian dan pikiran mereka. Cara pengobatan ini disebut psikoanalisis.

Energi nuklir



ENERGI NUKLIR


ATOM-ATOM pembentuk segala sesuatu yang ada di dalam semesta merupakan sumber suatu energi amat besar, yang disebut energi nuklir. Panas dan cahaya matahari, energi rakasasa dari reaktor nuklir, dan ledakan senjata nuklir, semuanya adalah hasil energi nuklir. Energi nuklir didasarkan pada faktav bahwa materi dan energi adalah dua bentuk yang berbeda dari hal yang sama. Materi bias diubah menjadi energi, begitu pula sebaliknya. Dalam suatu reaksi nuklir, materi yang amat kecil berubah menjadi energi yang amat besar. Reaksi nuklir terjadi di dalam nucleus atau inyi atom. Reaksi ini dapat terjadi melalui dua cara : pertama, inti atom berat membelah dalam proses yang disebut fisi; kedua, dua inti atom ringan bergabung dalam proses yang disebut fusi. Pada senjata nuklir, proses fisi atau fusi terjadi dalam sekejap. Sebaliknya, reaktor nuklir menghasilkan listrik dari reaksi fisi yang dikendalikan.

FISI (PEMBELAHAN INTI)

Reaktor nuklir menghasilkan energi dari proses fisi atom logam uranium. Benturan partikel yang disebut neutron menyebabkan atom uranium terbelah. Hal ini melepaskan energi panas dan 2 atau 3 neutron. Neutron ini selanjutnya membentur atom-atom uranium lain hingga terbelah. Serta-merta banyak atom mulai terbelah, sehingga menghasilkan energi sangat besar.

FUSI (PENGGABUNGAN INTI)

Para ilmuwan berupaya membuat reaktor dengan fusi, suatu proses yang menghasilkan lebih sedikit limbah berbahaya daripada fisi. Fusi terjadi jika atom-atom hydrogen saling berbenturan, lalu bergabung menjadi atom helium yang lebih berat. Tapi proses ini amat sulit tercapai. Untuk mencapainya, atom-atom hydrogen harus dimampatkan dengan suatu medan magnetis pada suhu yang lebih tinggi daripada suhu inti matahari.

RADIASI NUKLIR

Beberapa jenis limbah reactor nuklir bersifat radioaktif. Limbah ini menghasilkan radiasi nuklir mematikan, yang terdiri dari partikel halus atau gelombang tak kasatmata yang merusak sel-sel hidup. Beberapa jenis limbah radioaktif dapat bertahan ribuan tahun; karena itu, harus dipendam dibawah tanah dalam peti kemas tertutup. Banyak orang prihatin akan bahaya limbah ini dan menuntut agar produksi energi nuklir dihentikan.